27/03/2009 12:48 - Banjir
Tanggul Situ Gintung Jebol, 32 Orang Tewas
Liputan6.com, Tangerang: Sebanyak 32 orang tewas akibat jebolnya tanggul Situ Gintung atau Danau Gintung di Cirendeu, Tangerang, Banten, Jumat (27/3) dini hari. Air merendam ratusan rumah di saat para penghuninya masih terlelap. Hal ini membuat warga tak sempat menyelamatkan diri.
Menurut Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sebanyak 32 warga yang tewas diduga terseret arus air danau. Jenazah para korban tengah dievakuasi di beberapa tempat. Sementara tim penyelamat terus mencari korban lain yang kemungkinan terseret dan tertimpa reruntuhan bangunan yang jebol diterjang banjir.
Tak hanya itu, ratusan rumah dan mobil mewah Di Perumahan Cirendeu Permai juga terendam banjir bercampur lumpur. Warga terkejut karena air masuk dengan cepat hingga mencapai ketinggian tiga meter. Bahkan, banyak warga yang terjebak di rumah. Evakuasi terus dilakukan tim gabungan TNI-Polri. Sementara warga mengaku pasrah.
Saat ini ketinggian air dekat tanggul yang jebol sudah mulai surut. Meski arus air masih cukup kuat. Tampak puing-puing sisa bangunan yang luluh lantak diterjang bah.
Jenazah korban yang telah dievakuasi disemayamkan di Universitas Muhammadiyah. STIE Ahmad Dahlan, dan Cireundeu. Pihak keluarga datang ke tiga tempat tersebut berusaha mengenali jenazah korban. Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menko Kesra Aburizal Bakrie menyempatkan diri mengunjungi lokasi bencana dan para korban.(IKA/Albert Ade)
27/03/2009 18:28 - Banjir
Korban Tewas Situ Gintung 58 Orang
Liputan6.com, Tangerang: Proses evakuasi terhadap korban jebolnya tanggul Situ Gintung di Cirendeu, Tangerang, Banten, masih berlanjut. Hingga Jumat (27/3) sore tercatat 58 korban meninggal. Jenazah disemayamkan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan dan Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Diperkirakan korban meninggal masih akan terus bertambah mengingat masih banyak orang menanyakan nasib anggota keluarganya yang belum diketahui. Sejauh ini korban selamat yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Sedangkan korban selamat menginap di tenda-tenda yang didirikan Palang Merah Indonesia [baca: Kawasan Situ Gintung Rata dengan Tanah].
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mendatangi lokasi kejadian berjanji akan membantu korban di antaranya dengan merelokasi tempat tinggal. "Pemerintah menjamin semua yang meninggal mendapatkan santunan. Dan juga perbaikan rumah," ujar Wapres [baca: Presiden SBY Tinjau Situ Gintung].
Selain dekat dengan permukiman warga, Situ Gintung juga dimanfaatkan sebagai kawasan wisata. Lokasi ini biasanya ramai saat liburan sekolah dan akhir pekan. Terdapat arena outbond atau berkemah. Bahkan dilengkapi restoran dengan pemandangan menghadap ke Situ Gintung.
Bendungan Situ Gintung jebol dini hari tadi. Air menerjang ratusan rumah di saat para penghuninya masih terlelap. Hal ini membuat warga yang tinggal di sekitar situ tak sempat menyelamatkan diri. Bahkan dampak dari terasa hingga radius dua kilometer. Ratusan rumah dan mobil mewah Di Perumahan Cirendeu Permai juga terendam banjir bercampur lumpur [baca: Tanggul Situ Gintung Jebol, 32 Orang Tewas].(YNI/Tm Liputan 6 SCTV)
27/03/2009 16:38 - Banjir
Kawasan Situ Gintung Rata dengan Tanah
Liputan6.com, Tangerang: Seluruh rumah dan bangunan yang berada di kawasan Situ Gintung, Cirendeu, Tengerang, Banten telah hancur dan rata dengan tanah. Beberapa mobil warga juga hanyut terbawa air. Bahkan ada beberapa kendaraan saling tumpuk. Demikian hasil pantauan udara tim SCTV, Jumat (27/3) sore.
Selain rumah, sebagian gedung kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan juga hancur. Hingga kini tim search and rescue (SAR) masih mencari korban akibat jebolnya tanggul yang telah dibangun sejak zaman Belanda ini. Selama pencarian, tim penyelamat telah menemukan 23 korban selamat. Sebagian korban selamat dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.
Sejauh ini korban tewas telah mencapai 48 orang. Korban tewas kemungkinan masih bertambah karena banyak masyarakat yang melaporkan kehilangan anggota keluarga. Situasi Situ Gintung kini bertambah ramai karena banyak masyarakat yang berdatangan. Mereka ingin melihat lokasi bencana dari dekat.(UPI/Tim Liputan 6 SCTV)
27/03/2009 13:31 - Banjir
Korban Situ Gintung Menjadi 41 Orang
Liputan6.com, Tangerang: Jumlah korban jebolnya tanggul Situ Gintung, Cireundeu, Ciputat, Tangerang, Banten, hingga Jumat (27/3) siang, bertambah menjadi 41 orang. Sementara arus air di tanggul yang jebol kini kembali deras. Jika hujan turun, diperkirakan danau meluap lagi.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyatakan musibah ini tak menjadi tanggung jawab dirinya. "Kita ambil hikmahnya, setiap sarana dan prasarana penanggulangan banjir harus di cek dan ricek," kata Foke, nama sapaan Fauzi Bowo. Foke juga mengatakan musibah ini ada penanggung jawabnya sendiri.
Rencananya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akab mengunjungi lokasi bencana dalam waktu dekat. Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla lebih dulu berkunjung pada Jumat pagi. Kehadiran dua orang terpenting di negeri ini diharapkan mampu meringankan beban para korban.(IKA/Tim Liputan 6 SCTV)
27/03/2009 15:09 - Banjir
Presiden SBY Tinjau Situ Gintung
Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau lokasi dan korban jebolnya tanggul Situ Gintung, Cireundeu, Tangerang, Banten, Jumat (27/3). Presiden berjanji membangun kembali tanggul dan permukiman yang kini luluh lantak. Saat ini, bantuan dikonsentrasikan pada pengobatan para korban.
Dinas Kesehatan Jakarta Selatan menyatakan korban tewas dalam musibah ini mencapai 41 orang. Jenazah disemayamkan di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan dan Universitas Muhammadiyah. Korban luka dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, Jaksel. Sementara korban selamat mengungsi di STIE Ahmad Dahlan.
Situ Gintung kini dikunjung banyak warga yang ingin melihat kondisi terakhir lokasi tersebut. Apalagi, jebolnya tanggul Situ Gintung berdampak cukup luas. Luapan air membanjiri hingga Kali Pesanggrahan. Hal ini menyebabkan Kompleks Departemen Luar Negeri di Bintaro ikut tererndam.(IKA/Tim Liputan 6 SCTV)