Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
BlueZone

Powered by Bluezone

Welcome

Welcome to Dunia laut. this Blog was the place for shared the story + the photograph - about all that was related with sea and fishing. So, to anyone who wanted to share the story about sea and fishing, here's the right place...

Monday, June 29, 2009

Kapal Pemancing Surya Kencana Terbalik

Teman - teman ini ada berita yang cukup lumayan mengejutkan nih... dari POSKOTA

- Poskota - http://www.poskota.co.id -
Kapal Surya Kencana Terbalik
Posted By binsar On 28 Juni 2009 @ 18:05 PM In Berita Terkini, Jakut

KEPULAUAN SERIBU (Pos Kota)-Sepuluah penumpang Kapal Surya Kencana yang terdiri dari 4 anak buah kapal (ABK) dan 6 penumpangnya bergelimpangan Minggu sore di sekitar perairan Pulau Untung Jawa, Kabupaten Adm. Kepulauan Seribu ketika ombak besar dating menghantam. “Saya tidak mampu mengendalikan kapal. Ombak sangat besar,” kata Zaenal Kapten Kapal Surya Kencana usai diselamatkan warga di Pulau Untung Jawa, kemarin. Dia menceritakan, pada malam sebelum kejadian dia bersama 3 ABK lainnya mengantar 6 orang warga Kapuk pergi memancing di sekitar perairan Pulau Pari. Setelah puas memancing siangnya mereka berniat kembali ke darat. Sayang ketika berlayar menuju Kapuk, Jakarta Utara tiba-tiba mereka diserang ombak besar di sebelah timur Perairan Pulau Untung Jawa. Kedatangan angin dari arah timur benar-benar diluar dugaan. Akhirnya selama beberapa waktu kapal diombang-ambing ombak. Tidak lama kemudian ombak benar-benar membuat kapal terbalik sehingga seluruh penumpang dan awak kapal langsung bergelimpangan. Peristiwa tersebut sempat disaksikan warga Pulau Untung Jawa dan Lurahnya Eko Suroyo. Dengan sigap Pak Lurah langsung meminta warganya bergerak memberi pertolongan. Penumpang yang berceceran di tengah laut dijemput satu persatu oleh nelayan. Selanjutnya penumpang dan ABK yang terdiri dari Zaenal, Aan Mantik, Edo, Robi, Subi, Tatamaji. Hendri, Fung Wan, dan Thsia Sau Hiang ditampung sementara di Kantor Kelurahan Pulau Untung Jawa. Mereka nampak sangat trauma dengan peristiwa tersebut. “Untung mereka menggunakan pelampung. Kalau tidak mungkin kami tidak bias menyelamatkannya,” kata Sarmili salah seorang yang ikut menyelamatkan penumpang itu. Lurah Pulau Untung Jawa Eko Suroyo mengingatkan kepada warga agar tidak memaksakan diri berlayar di saat ombak besar. Sebab jika terjadi kecelakaan mereka juga yang susah. (faisal/B)

Article printed from Poskota: http://www.poskota.co.id
URL to article: http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/06/28/kapal-suryakencana-terbalik

Wednesday, June 24, 2009

Nelayan

Nelayan penangkap ikan kerapu untuk di kumpulkan
dan di jual kembali....

Tuesday, June 23, 2009

Indah

 

Pulau Lancang


Pasukan siap tempur (mancing....)



Nah mulai deh.....



Santai dulu ah... (dermaga P. Lancang)


Welcome To Pulau Lancang

Saturday, April 4, 2009

TIM SAR Indosat di Situ Gintung

Terima Kasih Kepada P. Denny Zuliandy yang telah mengirimkan tulisan ini kepada saya sehingga bisa saya tampilkan disini dan juga kepada semuanya yang terkait atas tulisan ini,
dan mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan, karena tidak ada maksud apa apa selain untuk berbagi informasi.

Hartono

--- Pada Sel, 31/3/09, Hidajat Hidajat menulis:-----
Dari: Hidajat Hidajat
Topik: Operasi Tim Rescue Indosat di Situ Gintung
Tanggal: Selasa, 31 Maret, 2009, 4:44 PM

Bapak dan Ibu.
Dari hasil koordinasi dg Tim SAR Gabungan dan BASARNAS yg ada di lokasi, Tim SAR Indosat mendapat tugas melakukan penyisiran sepanjang aliran tumpahan air waduk Situ Gintung dengan perahu karet di sungai dan infantry di sepanjang DAS kali Pesanggrahan. Selain mencari korban, tim melakukan pendataan titik-titik yang diduga tempat tersangkutnya korban dan membuka jalur di sungai dari penumpukan sampah, agar dapat dilalui perahu karet bermotor. Selanjutnya pembersihan dan pencarian dilanjutkan dengan melibatkan chainsaw dan alat berat. Beberapa dokumentasinya yg sempat kami ambil (walaupun kamera harus belepotan lumpur) kami cantumkan di sini, lengkapnya kami kirimkan kepada ibu Dita.



Daerah aliran tumpahan air dan rumah - rumah yang tersapu



Tim SAR infantry di daerah aliran (sisa rumah yg bertahan)



Penyelusuran sungai Pesanggerahan



Penyelusuran dan pencarian di ceruk-ceruk sungai



Mobil-mobil bergelimpangan disepanjang tanggul sungai



Tumpukan mobil dan lumpur disepanjang DAS



Kekuatan air yang membuatnya bertengger di sisi DAS



Salah satu daratan yang tersapu air dan kami sisir (berlumpur setinggi lutut)



Memeriksa apakah masih ada korban di dalam mobil yang terbawa arus sungai



Pohon-pohon yang tercabut



Mobilpun menjadi keping-kepingan



!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!



Asalnya dari tempat yang agak jauh
(kurang lebih 1 km dari tempat parkir terakhir



Termasuk mobil ini (telah diperiksa dan dipastikan
tidak ada korban di dalamnya)



Tim memeriksa setiap tempat sepanjang DAS
& penonton yang memperhatikan



Portaging melalui sekumpulan pemulung yang mulai berdatangan

Thursday, April 2, 2009

Situ Gintung











Situ Gintung Liputan 6

27/03/2009 12:48 - Banjir
Tanggul Situ Gintung Jebol, 32 Orang Tewas

Liputan6.com, Tangerang: Sebanyak 32 orang tewas akibat jebolnya tanggul Situ Gintung atau Danau Gintung di Cirendeu, Tangerang, Banten, Jumat (27/3) dini hari. Air merendam ratusan rumah di saat para penghuninya masih terlelap. Hal ini membuat warga tak sempat menyelamatkan diri.

Menurut Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sebanyak 32 warga yang tewas diduga terseret arus air danau. Jenazah para korban tengah dievakuasi di beberapa tempat. Sementara tim penyelamat terus mencari korban lain yang kemungkinan terseret dan tertimpa reruntuhan bangunan yang jebol diterjang banjir.

Tak hanya itu, ratusan rumah dan mobil mewah Di Perumahan Cirendeu Permai juga terendam banjir bercampur lumpur. Warga terkejut karena air masuk dengan cepat hingga mencapai ketinggian tiga meter. Bahkan, banyak warga yang terjebak di rumah. Evakuasi terus dilakukan tim gabungan TNI-Polri. Sementara warga mengaku pasrah.

Saat ini ketinggian air dekat tanggul yang jebol sudah mulai surut. Meski arus air masih cukup kuat. Tampak puing-puing sisa bangunan yang luluh lantak diterjang bah.

Jenazah korban yang telah dievakuasi disemayamkan di Universitas Muhammadiyah. STIE Ahmad Dahlan, dan Cireundeu. Pihak keluarga datang ke tiga tempat tersebut berusaha mengenali jenazah korban. Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menko Kesra Aburizal Bakrie menyempatkan diri mengunjungi lokasi bencana dan para korban.(IKA/Albert Ade)


27/03/2009 18:28 - Banjir
Korban Tewas Situ Gintung 58 Orang
Liputan6.com, Tangerang: Proses evakuasi terhadap korban jebolnya tanggul Situ Gintung di Cirendeu, Tangerang, Banten, masih berlanjut. Hingga Jumat (27/3) sore tercatat 58 korban meninggal. Jenazah disemayamkan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan dan Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Diperkirakan korban meninggal masih akan terus bertambah mengingat masih banyak orang menanyakan nasib anggota keluarganya yang belum diketahui. Sejauh ini korban selamat yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Sedangkan korban selamat menginap di tenda-tenda yang didirikan Palang Merah Indonesia [baca: Kawasan Situ Gintung Rata dengan Tanah].
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mendatangi lokasi kejadian berjanji akan membantu korban di antaranya dengan merelokasi tempat tinggal. "Pemerintah menjamin semua yang meninggal mendapatkan santunan. Dan juga perbaikan rumah," ujar Wapres [baca: Presiden SBY Tinjau Situ Gintung].
Selain dekat dengan permukiman warga, Situ Gintung juga dimanfaatkan sebagai kawasan wisata. Lokasi ini biasanya ramai saat liburan sekolah dan akhir pekan. Terdapat arena outbond atau berkemah. Bahkan dilengkapi restoran dengan pemandangan menghadap ke Situ Gintung.
Bendungan Situ Gintung jebol dini hari tadi. Air menerjang ratusan rumah di saat para penghuninya masih terlelap. Hal ini membuat warga yang tinggal di sekitar situ tak sempat menyelamatkan diri. Bahkan dampak dari terasa hingga radius dua kilometer. Ratusan rumah dan mobil mewah Di Perumahan Cirendeu Permai juga terendam banjir bercampur lumpur [baca: Tanggul Situ Gintung Jebol, 32 Orang Tewas].(YNI/Tm Liputan 6 SCTV)


27/03/2009 16:38 - Banjir
Kawasan Situ Gintung Rata dengan Tanah

Liputan6.com, Tangerang: Seluruh rumah dan bangunan yang berada di kawasan Situ Gintung, Cirendeu, Tengerang, Banten telah hancur dan rata dengan tanah. Beberapa mobil warga juga hanyut terbawa air. Bahkan ada beberapa kendaraan saling tumpuk. Demikian hasil pantauan udara tim SCTV, Jumat (27/3) sore.

Selain rumah, sebagian gedung kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan juga hancur. Hingga kini tim search and rescue (SAR) masih mencari korban akibat jebolnya tanggul yang telah dibangun sejak zaman Belanda ini. Selama pencarian, tim penyelamat telah menemukan 23 korban selamat. Sebagian korban selamat dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

Sejauh ini korban tewas telah mencapai 48 orang. Korban tewas kemungkinan masih bertambah karena banyak masyarakat yang melaporkan kehilangan anggota keluarga. Situasi Situ Gintung kini bertambah ramai karena banyak masyarakat yang berdatangan. Mereka ingin melihat lokasi bencana dari dekat.(UPI/Tim Liputan 6 SCTV)



27/03/2009 13:31 - Banjir
Korban Situ Gintung Menjadi 41 Orang

Liputan6.com, Tangerang: Jumlah korban jebolnya tanggul Situ Gintung, Cireundeu, Ciputat, Tangerang, Banten, hingga Jumat (27/3) siang, bertambah menjadi 41 orang. Sementara arus air di tanggul yang jebol kini kembali deras. Jika hujan turun, diperkirakan danau meluap lagi.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyatakan musibah ini tak menjadi tanggung jawab dirinya. "Kita ambil hikmahnya, setiap sarana dan prasarana penanggulangan banjir harus di cek dan ricek," kata Foke, nama sapaan Fauzi Bowo. Foke juga mengatakan musibah ini ada penanggung jawabnya sendiri.

Rencananya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akab mengunjungi lokasi bencana dalam waktu dekat. Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla lebih dulu berkunjung pada Jumat pagi. Kehadiran dua orang terpenting di negeri ini diharapkan mampu meringankan beban para korban.(IKA/Tim Liputan 6 SCTV)

27/03/2009 15:09 - Banjir
Presiden SBY Tinjau Situ Gintung

Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau lokasi dan korban jebolnya tanggul Situ Gintung, Cireundeu, Tangerang, Banten, Jumat (27/3). Presiden berjanji membangun kembali tanggul dan permukiman yang kini luluh lantak. Saat ini, bantuan dikonsentrasikan pada pengobatan para korban.

Dinas Kesehatan Jakarta Selatan menyatakan korban tewas dalam musibah ini mencapai 41 orang. Jenazah disemayamkan di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan dan Universitas Muhammadiyah. Korban luka dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, Jaksel. Sementara korban selamat mengungsi di STIE Ahmad Dahlan.

Situ Gintung kini dikunjung banyak warga yang ingin melihat kondisi terakhir lokasi tersebut. Apalagi, jebolnya tanggul Situ Gintung berdampak cukup luas. Luapan air membanjiri hingga Kali Pesanggrahan. Hal ini menyebabkan Kompleks Departemen Luar Negeri di Bintaro ikut tererndam.(IKA/Tim Liputan 6 SCTV)

Thursday, March 12, 2009

Cara Merangkai Kail


Teknik Merangkai Dan Mengikat Kail
Cara membuat rangkaian pancing :
Sediakan kenur leader (pengikat kail) sekitar 50 cm dan kili-kili,
(a). Masukkan ujung kenur dua kali (2x), sisi yang berujung pendek +/- 15 cm.
(b). Dengan sisi yang panjang, lilitkan sebanyak 10x masukkan ujungnya ke celah tekukan kenur.
(c). Tahan sisi pendek tarik sisi panjang sampai mengetat.
(d). Simpulkan kedua ujungnya secara renggang +/- 20 lilitan simpul.
(e). Buat celah di tengah lilitan simpul tadi, lalu masukkan mulai dari kili-kilinya hingga rapat di batas ikatan pertama yang mengetat.
(f). Tarik perlahan-lahan kedua ujungnya, bantu meratakan dengan jari sampai ketat. Sampai di sini berarti telah dapat dihasilkan rangkai pancing 2 cabang.
(g). Untuk membuat 3 cabang, ambil bagian kenur yang panjang, tekuk kenur simpul 3~5x,
(h). Atur jarak ikatan ini dengan kili-kili ini lebih pendek dari sisi yang satunya. Ketatkan simpul tersebut, potong rata hingga seperti gambar (h).
(i). Ulangi menyimpul renggang 20 lilitan seperti pada (gambar d) tadi dan masukkan ke celah lilitan mulai dari kili-kili hingga batas ikatan mengetat yang kedua.
(j). Tarik kedua ujung perlahan-lahan, ratakan hasil ikatan yang mengetat bila perlu bantu dengan jari. Hingga akhirnya terbuatlah rangkaian 3 cabang.
Untuk membuat 4, 5 cabang dst., gunakan kenur leader lebih panjang lagi dan pada saat membuat simpul seperti gambar (g) potonglah kenur hingga menghasilkan sisi pendek kira-kira 15 cm dan sisanya menjadi sisi yang panjang untuk membuat cabang selanjutnya.

Monday, February 23, 2009

Mancing malam di pemancingan harian

Sore... wuih kemarin malam minggu mancing dari jam 19.30 sampai jam 04.00, lumayan dapatnya 4 ekor ukuran 1/2 kg an ikan mas.. umpan dibikinin sama teman namanya P. Joko..(komposisi umpan: 1. Tombro putih, 2. Deho, 3. Telur bebek (kuningnya aja), 4. Kinoy, 5. Kroto) lokasi pemancingan di Legenda Bekasi, nama nya "NAAM" (kalau ngga salah) persisnya dibelakang PLN Legenda samping Perumahan Dukuh Bima. Lokasinya lumayan serem.... karena yang mancing cuma bertiga eh yang satunya pulang kira - kira jam 24.00, jadi ya tinggal berdua aja..

Sunday, February 15, 2009

Gatot (gagal total)

Sorry friend... acara mancing ngga jadi karena satu dan lain hal.... nati lagi deh... ya...

Saturday, February 14, 2009

Ke Kolam yuk.....

Hallo kawan kawan hari ini lumayan nih ada waktu dikit buat ke kolam pancing, nanti di turunin deh photonya itu juga kalo sempet photo - photo... alamat kolam di: bekasi tepatnya legenda... namanya lupa sorry ya... mau nyobain umpan kroto dulu... ah...

Thursday, February 12, 2009

Pindah haluan

Pagi... maaf banget yach.... udah kelamaan nih ngga nge post abis bingung mau nge post apaan pan musim ujan... kemaren udah menghubungi tukang perahu tapi katenye die baru berani ngelaut bulan maret.... jadi ya.... gimane lagi... mau ngga mau deh pindah haluan belajar nge danau or empang deh..... he..he..he...